Hal Ini Hanya SISWA IPA Saja Yang Tahu



Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah jurusan favorit bagi siswa SMA, bahkan orang tua juga mendukung penuh anak-anaknya baik dengan fasilitas belajar yang diperlukan hingga diikutkan kelas tambahan di luar jam sekolah. Katanya sih supaya anaknya memiliki masa depan cerah dan tampak pintar dibandingkan jurusan yang lain.
Namun sebenarnya bukan segampang itu yang dialami oleh anak IPA.  Hal-hal apa saja sih yang dirasakan oleh siswa jurusan IPA?


1. Menyesal dengan Predikat Pribadi “Keren” jadi Anak IPA
Waaahh senengnya masuk IPA, berarti saya lebih pintar dari teman-teman di jurusan lain kan?! Lalala yeyeye!

Tapi setelah seminggu dua minggu menjalani pelajaran di kelas IPA, hmmmm rasanya pengen muntah. Setiap hari belajar dan latihan dengan rumus-rumus dan angka. Hampir setiap minggu harus mengerjakan PR. Bahkan PR nya sehari bisa 3 kali seperti minum obat! Berat banget.
@karempenk.png" />
  


2. Harus ikhlas dengan olokan ‘Kutu Buku’.
Ah gara-gara masuk kelas IPA malah diolokin kutu buku. Padahal gak semua anak IPA itu rajin membaca buku pelajaran. Mereka loh juga membaca buku yang lain. Buku apaan? Buku matematika, fisika, kimia, dan biologi. Itu mah buku pelajaran keles!
Anak IPA sebagian juga suka membaca buku novel ataupun komik-komik. Yaahhh kan tetep aja suka baca buku! Jatuhnya juga balik lagi disebut kutu buku! Iyain aja deh! *pasrah*


3. Bawa banyak buku yang berat dan tebal.
Anak IPA ini bukan backpacker loh! Emang setiap ke sekolah bawaannya buanyaaaakk buku! Buku-buku pelajaran yang tebal. Buku catatan yang banyak, bahkan satu buku saja gak cukup. Belum buku PR ataupun buku laporan-laporan lainnya! Belum lagi kalau ada praktikum, harus bawa jas lab. Bahkan jika dalam sehari ada 5 pelajaran yang berbeda. Anggap saja 1 pelajaran bawa 3 buku. Nah kalau 5 pelajaran harus bawa berapa buku? 15 buku kan! Beraaaattt!


4. Jadwal tiap hari PADAT!
Berangkat lebih pagi ke sekolah supaya dapat belajar dulu di sekolah, bahkan harus bertanya pada teman-teman yang lebih bisa supaya pelajaran berikutnya jadi lancar.
Jam sekolah dimulai, waktunya perang! WAAARRRRR!!!

Kadang lupa istirahat lupa makan karena harus mengejar ketinggalan. Harus nyalin buku catatan, nyicil ngerjakan tugas dan PR, dan harus belajar jika sebentar lagi ada kuis ataupun ulangan. Brrrrrr!!!!

Pulang rumah masih belum bisa tenang, waktunya belajar dan mengerjakan PR. Bahkan banyak dari anak-anak IPA harus les dan bimbingan belajar hingga malam agar lebih paham dengan pelajaran yang ada di sekolah.
Selanjutnya ngapain? Tiduuurrrr! TEPAAAAARRR!!!


5. Gagal gaul lagi
Demi mengejar cita-cita atau karena emang sudah terlanjut kejebak dengan masuk kelas IPA, biasanya mereka harus merelakan kebiasaan yang menyenangkan sebelumnya. Hobi misalnya.

Tak jarang kalau anak IPA itu sulit untuk diajak bermain atau hanya sekedar nongkrong. Bahkan harus vakum dari hobinya. Dan parahnya bakal lupa dengan peradaban saat ini hanya karena fokus belajar.


Courtesy of PULSK